Desismu menyusup di lembar-lembar dedalu yang meranggas.
Singgah di lorong, di antara jejeran bangku-bangku kosong.
Juni.
Tawa-tawa itu masih hangat.
Lekat di telinga
Pada setiap Sabtu yang riuh dengan gairah
Juni.
Padamu bergelanyut emosi-emosi.
Di dedaunan yang jatuh merindu bumi, luapan emosi terdekap diam. Dari denting bulir hujan yang menapaki debu, bergaung sesak suka dan duka.
Padamu pun Juni, 'sebagian' terbang, mengekori gemuruh cita.
No comments:
Post a Comment