Jijik. Satu kata yang dapat ditafsirkan secara berbeda oleh setiap kepala. Termasuk preferensi kepada siapa atau apa kata itu ditujukan. KBBI menuliskan kata JIJIK sebagai kata sifat dengan arti berikut:
ji·jik a 1 tidak suka melihat (mual dsb) krn kotor, keji, dsb: saya -- akan perangainya; 2 (dipakai sbg) kata seru untuk menyatakan rasa tidak suka (krn keji, kotor, dsb): ai, ai, -- , jangan kau pegang makanan yg penuh lalat itu;
Bagi saya, waktu punya andil mengonstruksi setiap persona. Seiring waktu juga, di kepala saya, terminologi JIJIK telah sampai di titik yang sangat personal. Dengan kata lain, secara pribadi saya memaknai kata JIJIK sebagai lema yang sedikit melenceng, atau terlalu sarkas, dari ketentuan yang ada.
Dalam sistem folder otak saya, kata JIJIK ditempatkan dalam file kebencian dan sebangsanya. Bukan sekedar ketidaksukaan, tetapi lebih dari itu. Saya merumuskan kata JIJIK sebagai lema untuk mendefinisikan ketidaksukaan pada taraf akut. Sebelumnya, tentunya secara positif, saya berusaha semampunya untuk merekonstruksi "ketidaksukaan" tersebut dalam frame permisif, banal, dan skeptis -dalam pengertian sejatinya.
Sekali lagi, saya percaya, waktu punya limit tertentu yang memberi tanda ke sistem syaraf dan otak -bahkan hati sekali pun-, bahwa ambang batas telah terlampaui. Saat itu, kata JIJIK telah mendeklarasikan maknanya pada level akut kebencian.
No comments:
Post a Comment